HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DAN CARA MENERAN IBU DENGAN RUPTUR PERINEUM DI KLINIK NURMA TAHUN 2018

Syahroni Damanik

Abstract


Ruptur perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. World health organization (WHO) mengatakan pada tahun 2015 terjadi 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin.Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 6 febuari 2018 di Klinik Nurma Medan di temukan pada tahun 2018 tercatat dari ibu bersalin sebanyak 32 orang. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui Hubungan berat badan bayi baru lahir dan cara meneran ibu dengan ruptur perineum. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana data diambil dengan menggunakan data primer dan sekunder, populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak  32 orang, dengan menggunakan total populasi dimana seluruh populasi menjadi sampel. Analisis yang digunakan dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% memperlihatkan bahwa nilai signifikan probabilitas (Asym Sig), uji chi-square menunjukkan a=0,049 untuk berat badan bayi baru lahir, a=0,010 untuk cara meneran yang berarti lebih kecil dari p=0,05 hal ini membuktikan bahwa terdapat Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir dan Cara Meneran Ibu dengan Ruptur Perineum di Klinik Nurma Medan Tahun 2018. Simpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan berat badan bayi baru lahir dan cara meneran ibu dengan ruptur perineum di Klinik Nurma Medan Tahun 2018. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Klinik Nurma Medan, agar lebih meningkatkan pelayanan untuk memberikan informasi kesehatan khususnya kepada ibu hamil agar mereka mengerti tentang resiko terjadinya ruptur perineum.

 

Kata Kunci : Berat Badan Bayi Baru Lahir, Cara Meneran, Ruptur Perineum.


Full Text:

PDF

References


E. Prawitasari, A. Yugistiyowati, D.K., Sari. 2015. Penyebab Terjadinya Ruptur Perineum pada Persalinan Normal di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. J Ners dan Kebidanan Indonesia, 3(2):77–81.

E.P., Sari, K.D. Rimandini. 2014. Asuhan Kebidanan Persalinan (Intranatal Care). Jakarta Timur: CV. Trans Info Media.

F.I., Fajrin, E., Fitiani. 2015. Hubungan Antara Berat Badan Bayi Baru Lahir Pada Persalinan Fisiologis Dengan Kejadian Ruptur Perineum Studi Di Bps Ny. Yuliana, Amd. Keb Banjaranyar Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan 2015. J Kebidanan,7(2):8.

F. Shofiyani. 2016. Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Ruptur Perineum Spontan Pada Penatalaksanaan Kala Ii Persalinan Normal. Universitas Muhammdiyah Ponorogo

H.S., Ronald. 2011. Pedoman dan Perawatan Balita agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Bandung CV Nasa Aulia.

I., Muhammad. 2015. Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan. Medan: Cipta Pustaka Medan

M R. 2016. Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Kejadian Ruptur Perineum Di Klinik HJ.Rawit Titi Papan.

N. Azizah, S.A., Devi. 2017. Efektivitas Teknik Meneran Terhadap Pencegahan Ruptur Perineum Spontan Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Bpm Sidoarjo. Publ Has Penelit,(1):169–72.

NMR EW. 2017. Hubungan Berat Badan Bayi Lahir Dengan Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin Di Klinik Siti Kholizah Medan Marelan Tahun 2017.

Wahyuni S. 2016. Hubungan Posisi Meneran Dengan Ruptur Perineum Di Rb Kartini Putra Medika Klaten. Involusi J Ilmu Kebidanan (Journal Midwifery Sci, 6(11).

Y., Ardiani. 2015. Efektifitas Teknik Mengedan dengan Rupture Perineum.

Yeyeh, A. R. 2014. Asuhan Kebidanan Patologi 4 Jakarta. CV. Trans Info Media

.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.